Artikel
Sejarah Desa Dohoagung
Desa Dohoagung adalah salah satu dari 25 Desa yang ada di wilayah Kecamatan.Balongpanggang Kabupaten. Gresik Provinsi. Jawa Timur. secara geografis Desa.Dohoagung.yang terletak di perbatasan antara Kabupaten.Gresik dan Kabupaten. Lamongan. yaitu sebelah selatan perbatasan Desa Tenggor Kecanamatang.Balongpanggang Kabupaten. Gresik dan sebelah Utara Desa Ngasin Kecamatan.Balongpanggang Kabupaten. Gresik Sebelah Barat Desa Balongwangi Kecamatan.Tikung Kabupaten.Gresik Dan Sebaelah Timur Desa Pinggir Kecamatan.Balongpanggang Kabupaten.Gresik.
Desa.Dohoagung memiliki 2 Dusun yaitu :
1. Dohoagung
2. Gerabakan
Sebagian besar mata pencaharian Penduduk Desa Dohoagung adalah sebagai Petani,baik petani padi,buah semangka,belewah maupun petani Kangkung dan lain-lain.mata pencaharian lainnya adalah berjualan usah/makanan dagang dan juga penduduk desa dohoagung merantau Keluar Kota selain Wilayah Kota Gresik,Kalimantan dan Warga Desa Dohoagung Mempunyai 2 Tradisi Yaitu :
1. Sedekah Bumi dan Pagelaran Wayang Kulit
2. Festival Layang-layang Desa Dohoagung
Asal-usul Desa Dohoagung
Dari berbagai sumber yang telah digali,asal-usul DOHOAGUNG memiliki banyak versi,Konondahulu kala DOHOAGUNG di ambil dari Nama DOHO artinya SUMBER AIR, AGUNG artinya BESAR,. apabila di gabungkan DOHOAGUNG berarti SUMBER AIR YANG BESAR,pendapat tersebut di dukung oleh situs SUMUR AGUNG ( sumur tua ) yang memiliki sumber air berlimpah, tidak pernah kering meskipun pada musim Kemarau.konon air sumur tersebut di anggap bisa ( perantara/sarono ) menyembuhkan segala penyakit dan awet muda,baik di minum atau dibuat mandi.
Dari sumber lain,konon dahulu Kala asal usul DOHOAGUNG memiliki hubungan dengan cerita Kerajaan KEDIRI yaitu csrita Rakyat kisah perang antara KEDIRI dan LAMONGAN,sehingga dipercaya warga Lamongan dilarang menikah dengan warga Kediri.
Konon dahulu ADIPATI KEDIRI ( keturunan sah Prabu Airlangga ) mempunyai 2 putri Kembar yaiti
1. PUTRI ANDENWANGI
2. PUTRI ANDENSARI
sang Adipati Lamongan RADEN PANJI PUSPOKUSUMO keturunan yang Ke 14 hayam wuruk dan juga memiliki 2 Putra Kembar yaitu :
1. PANJI LARAS
2. PANJI LIRIS
Adipati Kediri ingin menjadi Besan Adapti Lamongan,Merasa binggung dengan lamaran Adipati Kediri,dengan Adipati Lamongan yang Mengajukan beberapa persyaratan yaitu :
1. putri Andenwangi dan Putri Andensari harus Memeluk Agama Islam
2. Pihak Kediri / Mempelai Perempuan harus datang melamar Ke Lamongan
3. harus membawa Hadiah berupa Gentong air dan Tikar yang terbuat dari batu( saat ini berada di Halaman Masjid Agung Lamongan ).
Adipati Kediri ahkirnya Besedia memenuhi semua persyaratan yang di ajukan dan berangkatlah kedua putrinya tersebut Ke Lamongan dengan iringi Rombongan Besar. Adipati Lamongan memeintahkan Kedua putranya tersebut panji Laras dan Panji Liris Untuk Menjemput iring-iringan tersebut di Tapal Batas Lamongan dengan di temani KI PATIH MBAH SABILAN.
Setelah kedua Rombongan tersebut bertemu,karena adanya sesuatu Hal,panji Laras dan Panji Liris, meminta membatalkan pernikan tersebut.pembatalan pernikahan tersebut terdengar di telinga adipati Lamongan dengan kejadian tersebut peperangan besar-besaran antar kerajaan tersebut tidak bisa di hindari sehungga banyak yang gugur siantaranya adipati Lamongan dan panji Laras serta panji Liris,Putri Andensari dan putri Andenwangi juga Pati Mbah Sambilan Gugur di medan perang.
Sebelum gugur Adipati Lamongan berpesan agar anak cucunya tidak ada yang menikah dengan orang Lamongan. sampai saat ini pesan Adipati Lamongan yang Melantari Mitos larangan orang Lamongan menikah dengan orang Kediri.

